Sebagai mana yang kita ketahui, nanggroe tercinta tidak terlalu baik kondisinya. Provinsi Aceh berada pada peringkat 32 dalam bidang pendidikan, peringkat 7 termiskin di Indonesia, dan tidak sedikit masalah lainnya juga masih menghantui nanggroe kita.

Tentu kita bisa saling menyalahkan, tapi seberapa banyak itu bisa menghasilkan perubahan, apalagi sebagai rakyat biasa yang terbatas kemampuan? Belum lagi sebagai pelajar yang jauh di perantauan.

Aceh harus berubah, dan ini pasti tidak mudah. Susah juga tak boleh jadi alasan untuk berkeluh kesah saja. Sejarah bercerita, pemuda selalu erat dengan perjuangan. Perubahan, dari mana lagi kalu bukan karena perjuangan? Bukankah Rasulullah juga memerintahkan tetaplah menanam benih kurma di tangan walaupun sekiranya tahu besok tiba hari penghisaban? [1]

Bercerita ke kawan-kawan, ternyata kita berbagi kegelisahan. nasib di perantauan tak bisa banyak membuat perubahan, bukan berarti yang sedikit diabaikan. dari situlah ide gerakan diaspora muda ini dilahirkan.

Diaspora Muda Aceh terbentuk dari semangat berbagi dan tingginya minat anak muda Aceh untuk mengenyam pendidikan lanjutan di luar negeri. Kami percaya kini belajar di luar negeri bukan lagi mimpi, namun jalan yang bisa diusahakan.

Sesuai dengan visi kami yakni membangun jejaring anak muda Aceh yang peduli dan berpikiran luas, kami berharap diaspora muda Aceh ini dapat mengembangkan koneksi anggotanya dan saling berbagi pengalaman dan belajar antar sesama. Selain itu, diharapkan dengan adanya kegiatan mentorship, semakin banyak anak muda Aceh yang mengenyam studi di luar negeri dan terikat dalam semangat berbagi.

Kami akan sangat senang untuk dapat membantu persiapan rakan-rakan untuk studi di luar negeri dengan berbagi cerita dan pengalaman. Namun penentu keberhasilan dari mimpi ini tetap apa yang rakan doakan dan usahakan.

ini jalanmu, dan hanya milikmu. orang lain mungkin berjalan bersamamu, tapi tidak ada yang bisa menempuh perjalan ini untukmu (Rumi)

Mari berusaha bersama!

M Fathahillah Zuhri

Master of Energy Change Candidate, The Australian National University

—-

[1] “Sekiranya di tangan kamu ada benih kurma dan kamu tahu bahawa esok akan berlaku kiamat, maka hendaklah kamu menanam dan jangan biarkan hari kiamat berlaku tanpa menanam benih kurma tersebut” [Hadis Riwayat Imam Ahmad]

No comment to “Mari Berusaha Bersama”

You can leave a reply or Trackback this post.
  1. seninselasa2011 - June 14, 2016 Reply

    DIASPORA ……keren

Leave a Reply

Your email address will not be published.