Curriculum Vitae  merupakan suatu alat yang paling sering digunakan pada tahapan seleksi, baik pekerjaan maupun bidang akademik, untuk menampilkan kualifikasi-kualifikasi yang dimiliki oleh seseorang. Ketika mengikuti seleksi, daftar riwayat hidup tersebut yang menjadi ujung tombak perjuangan. Seperti yang kita ketahui, ada  ratusan bahkan ribuan saingan dengan selling-point dan kualifikasi yang berbeda. Oleh karena itu, sangatlah penting bagi seorang kandidat untuk membuat CV yang powerful dan efektif karena curriculum vitae lah yang sering kali menjadi  penentu awal apakah kita akan maju ke tahapan selanjutnya atau tidak.

Poin-poin dalam CV

  • Identitas diri. Umumnya identitas diri seperti nama, alamat, email, dan nomor handphone yang dapat dihubungi, ada dibagian header. Hal ini bertujuan untuk memudahkan penyeleksi menghubungi kita.
  • Riwayat pendidikan. Riwayat pendidikan atau kualifikasi akademik yang dicantumkan berurutan dari yang terbaru. Pendidikan yang ditulis hanya sampai SMA saja. Tidak perlu untuk menulis secara lengkap untuk menjaga nilai efesiensi pada cv.
  • Riwayat pekerjaan/magang. Pengalaman pekerjaan dapat menjadi poin yang sangat membantu jika diikuti dengan deskripsi pekerjaan. (sebagai saran: tonjolkan juga sikap-sikap yang dilatih pada saat bekerja seperti disiplin, bekerja sama dalam suatu tim dan kemampuan leadership.)
  • Riwayat organisasi. Cantumkan pengalaman-pengalaman berorganisasi dan jabatan yang diemban serta tuliskan sedikit deskripsi tentang posisi yang kita jabati. Sama halnya dengan riwayat pekerjaan, tonjolkan pula sikap-sikap yang kita asah selama menjabat. Beritahu penyeleksi tentang bagaimana kamu dapat memanage sebuah event dan menjadi seseorang yang bertanggung jawab pada organisasi.
  • Skill (keahlian). Contohnya: skill computer atau software, bahasa, dan keahlian yang relevan dengan bidang. Skill dan kemampuan ini dapat menjadi suatu keharusan untuk dilampirkan pada CV. Terutama ketika posisi atau aplikasi yang didaftar menuntut keahlian khusus.

Sebagai contohnya, ketika penyeleksi menginginkan kandidat yang memiliki skor ielts diatas 6.5, maka pada kolom skill kita dapat mencantukan skor ielts dan skor kemampuan bahasa lainnya (jika ada dan dibutuhkan).

 

www.thebalance.com

 

 

Bagaimana membuat cv yang ‘menjual’ ?

  • Hal yang pertama kali yang dapat kita lakukan adalah mencari tahu apa yang sedang dicari oleh user. Ketika pihak penyeleksi menginginkan seseorang dengan kriteria tertentu, maka kita dapat memaparkan dan meng-highlight pengalaman dan kemampuan kita yang dapat menunjang kriteria tersebut dan menjawab poin-poin yang ingin diketahui oleh pihak penyeleksi.
  • Minimalkan kesalahan-kesalahan seperti typo, grammar, dan diksi
  • Membuat CV yang efesien
  • Tidak lebih dari 3 halaman. Pada halaman pertama, paparkan poin-poin yang kita unggulkan. Sebagian besar penilai akan focus pada halaman pertama dan dengan sekilas melihat halaman yang berikutnya.
  • Jika pengalaman-pengalaman mengikuti bakti sosial atau volunteer tidak harus disertakan dalam membuat cv untuk melamar sebuah pekerjaan, poin volunteer pada CV akademik dapat menjadi daya tarik. Oleh karena itu, direkomendasikan untuk menyisipkan pengalaman-pengalaman tersebut.
  • Jangan menggunakan cv ‘one-for-all’. Selalu meng-update cv kita ketika melamar atau mendaftarkan diri pada sebuah aplikasi.

( Sebagai rekomedasi, kita dapat membuat master cv yang berisi tentang data diri, pengalaman, dan kemampuan lengkap diri yang dapat membantu kita memilih dan memilah data-data yang ditampilkan pada cv)

Perlukah menampilkan pas photo pada curriculum vitae?

Berbagai pendapat banyak dilontarkan untuk menjawab pertanyaan tersebut. Di sebagian Negara, menyisipkan foto diri pada header cv akademik merupakan hal yang tidak baik untuk dilakukan. Hal ini dikarenakan akan membuat penilaian menjadi lebih subjective. Oleh karena itu, disarankan untuk mencaritahu tentang hal

Bolehkah menggunakan tabel dalam membuat cv?

Menghiasi cv dengan tabel dan poin (bullet) merupakan sesuatu yang dianjurkan. Selain hal ini dapat mempermudah user untuk membaca cv.

 

 

 

Siti Fadhillah

Penulis merupakan mentee batch 2 Program Mentoring Diaspora Muda Aceh 2017, dibawah bimbingan mentor Fathahillah Zuhri (AUS). Saat ini penulis yang merupakan sarjana pertambangan Unsyiah, tengah bekerja sambil mempersiapkan untuk mendaftar beasiswa untuk meraih pendidikan S2 Manajemen Pertambangan di University of New South Wales, Australia.

Leave a Reply

Your email address will not be published.