Diaspora Muda Aceh

Kolaborasi Untuk Aceh

Testimoni Mentee Program Mentoring 2016

Intan Farhana
Awardee LPDP Batch 4, 2016 (Victoria University of Wellington, New Zealand)

Sangat bangga rasanya ketika melihat anak-anak muda Aceh yang sedang/telah menimba ilmu di jenjang yang lebih tinggi berinisiasi untuk berbagi informasi dan membimbing anak-anak muda Aceh lainnya yang sedang struggle untuk mendapatkan beasiswa dan diterima di kampus impiannya. Bagi saya, DMA melalui program mentoringnya telah memberikan banyak kontribusi dalam kelulusan saya di beasiswa LPDP tahun lalu.

Terima kasih kepada Bang M. Fatahillah Zuhri yang telah dengan sabar membimbing dan memberikan berbagai informasi baru mengenai pembuatan essay yang baik, tips dan trik saat wawancara, dsb. Tak lupa, terima kasih juga kepada seluruh tim DMA yang sangat committed dan sincere dalam menjalankan program mentoring ini.

Harapan saya adalah agar program mentoring ini dapat terus berjalan kedepannya sehingga rantai informasi ini tidak putus di tengah jalan. Semoga kedepannya akan semakin banyak anak-anak muda Aceh lainnya yang dapat bergabung di program mentoring DMA dan sukses menggapai cita-cita. Let’s keep our spirit up, and GO..GO..DMA! 😊


Raihan Dara Lutfika,
Industrial Engineering, Curtin University of Technology
My name is Raihan. I’m doing my master degree (Industrial Engineering) in Curtin University of Technology, in Perth, Australia. Diaspora Muda Aceh is a really good program for mentoring young people in Aceh in order to encourage them persuing master degree abroad. The interaction between member and mentor is very close. I can ask anything in details including life experience. And while I preparing myself for AAS and Fulbright interview, all mentors and members are very supportive and helpful. I personally think that joining the program and following the material step by step will improve my application yet myself for hunting a scholarship. To get to this point, DMA plays such a big role for me. Thanks DMA team! Cheers!


Ratna Ramadhani,
Student of Oral Biology, Universitas Indonesia.
Dari mentoring DMA saya mendapatkan banyak ilmu berharga, mulai dari hal yang sering dianggap remeh seperti tata cara penulisan email formal (jujur, awalnya saya sama sekali tidak tahu cara menulis email formal dengan benar), menulis motivation letter, tata cara wawancara, hingga persiapan keberangkatan seperti mengenal budaya setempat, mempersiapkan diri terhadap culture shock, makanan halal, pergaulan, dsb. Semua itu saya peroleh selama mentoring secara bertahap dengan evaluasi yang jelas. Jadi tidak ada istilah tidak mengerti.

Saya sebagai peserta dibimbing secara personal oleh mentor terpercaya, awardee dari beasiswa bergengsi. InsyaaLlah ilmu yang sudah saya dapat akan saya aplikasikan di masa yang akan datang. Melalui kesempatan ini saya juga ingin mengucapkan terimakasih kepada mentor saya, Kak Marhami Fahriani dan tim Diaspora Muda Aceh. Terimakasih karena telah peduli pada kami, anak aceh yang masih punya cita-cita membangun negeri. Terimakasih karena telah bersedia membimbing kami, walaupun harus mencari waktu diantara kesibukan mengurus keluarga, studi, dan urusan penting lainnya. Semoga Allah membalas kebaikan tim DMA dengan kebaikan yang lebih banyak lagi. Semoga sukses studinya, berkah ilmunya dunia dan akhirat dan semoga bermanfaat bagi kemashlahatan ummat. 


Izzan Nur Aslam,
Mining Engineering, University of British Columbia.
Terimakasih banyak atas materi, support, bimbingan, waktu dan semangatnya, terutama sekali untuk mentor saya Ria Purnama. Saya minta maaf jika banyak kesalahan, terutama di akhir-akhir program. Saya bersyukur kepada Allah dan berterimakasih kepada mentor dan fasilitator Diaspora, saya telah dinyatakan lulus beasiswa dan mendapatkan kampus di University of British Columbia, jurusan Mining Engineering. Insya Allah saya akan berangkat ke Kanada 15 Juli 2017 ini.

Beratnya perjuangan dan banyaknya kekurangan terutama pada generasi muda Aceh, membuat saya tertarik untuk menularkan semangat dan pengalaman kepada mereka. Insya Allah saya siap jika diizinkan menjadi mentor atau fasilitator. Insya Allah Diaspora Muda Aceh menjadi lebih baik di kemudian hari. Saya tidak melihat kekurangan yang berarti. Bahkan program ini merupakan inovasi dan terobosan yang luar biasa dan telah semi-professsional. Semoga usaha teman-teman menjadi shadaqah jariyah dan amalan terbaik.”